AKSI teror terhadap aktivis, jurnalis, dan kreator konten yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah terus meningkat sejak akhir 2025. Ironisnya, di tengah maraknya intimidasi dengan berbagai bentuk, aparat penegak hukum dinilai tak pernah menelusuri secara menyeluruh, bahkan belum satu pun pelakunya dapat ditangkap.
Rangkaian teror tersebut mencakup beragam modus, mulai dari pengiriman bangkai hewan, ancaman, peretasan, fitnah digital, kriminalisasi, hingga serangan fisik seperti penyiraman air keras. Sejumlah pihak menilai pola ini menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan, tidak lagi sebatas ancaman verbal, tetapi telah menyasar keselamatan korban.
Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, menjadi salah satu peristiwa paling mencolok. Insiden ini memperpanjang daftar serangan terhadap indiv....

