HUMANIORA

Melestarikan Tradisi Leluhur Manyampir Buhaya

Sen, 07 Mar 2022

BAGI sebagian masyarakat suku Banjar yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, mitos tentang buaya siluman (buaya gaib) masih cukup kental dan berkembang secara turun-temurun. Bahkan, tradisi manyampir buhaya atau memberi makan buaya siluman yang berasal dari Kabupaten Tabalong ini kini tercatat sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) asal Kalsel di Kemendikbud-Ristek pada 2021.

"Salah satu mitos yang ada di tengah masyarakat Banjar, khususnya di Kabupaten Tabalong, adalah manyampir buhaya," ungkap Sulaiman Fauzi, Kasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong. Manyampir buhaya ialah ritual memberikan makan buaya siluman (gaib).

Ritual ini secara rutin wajib dilaksanakan tiap tahun, bahkan jika ada hajat tertentu dilaksanakan lebih dari satu kali. Tradisi manyampir buhaya berhubungan dengan ilmu kesaktian para leluhur. Yang memberi makan buaya gaib ini ialah para pewaris atau keturunan, Datu Buaya, karena semacam perjanjian buaya-buaya itu harus diberikan makanan tertentu, biasanya pada Muharam dan Zulhijah (Safar) atau jika akan ad....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement