OPINI

Menakar Harga Beras dengan Tenaga Perempuan Buruh Tani

Kam, 05 Mar 2026

DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2024 rata-rata per tahun harga naik 6% hingga tembus Rp15.308 per kilogram untuk kualitas medium. Kenaikan harga ini sering dianggap kabar baik bagi petani. Namun, kesejahteraan buruh tani, terutama perempuan, kian berat.

Masih menurut BPS, produksi beras nasional turun sekitar 0,18% setiap tahun, meskipun di 2025 kembali naik distimulasi oleh kebijakan menuju swasembada beras. Di sisi lain, kebutuhan beras nasional meningkat 0,8% per tahun. Celah antara pasokan dan permintaan ini mendorong kenaikan harga. Akan tetapi, itu hanya berlaku di simpul akhir dari rantai pasok pasar beras. Kenaikan itu lebih banyak terjadi di sisi hilir akibat mengularnya rantai distribusi dan lemahnya posisi tawar di sisi hulu. Ini jelas sebuah ironi dalam sistem pangan kita karena mahal di tingkat konsumen, murah di petani, dan upah buruh tani tak kunjung berubah,....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement