KOLOM PAKAR

Menenun Masa Depan di antara Tarif dan Modal Global

Sen, 23 Feb 2026

DI Washington, di antara gedung-gedung batu yang menyimpan jejak panjang diplomasi global, Presiden Prabowo melangkah bukan semata sebagai kepala negara, melainkan sebagai arsitek arah ekonomi. Di ruang Business Summit US-ABC, 11 nota kesepahaman ditandatangani dengan nilai mencapai US$38,4 miliar.

Angka itu mungkin terdengar teknokratis di atas kertas. Namun, di baliknya tersimpan denyut harapan: pekerja tekstil di Jawa Barat yang menanti kepastian pasar, industri semikonduktor yang mulai membayangkan lini produksi baru, serta tambang mineral kritis yang bersiap naik kelas dalam rantai nilai global.

Pada saat yang sama, di balik meja perundingan, Indonesia berhasil mengamankan tarif resiprokal 19%—sebuah capaian yang menempatkan Indonesia dalam posisi relatif lebih kompetitif daripada sejumlah pesaing utama. Lebih dari itu, ribuan lini produk st....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement