SELAIN menjahit, Yati Suryati Dinata, 55, aktif di Bandung Independent Living Center (Bilic), organisasi advokasi disabilitas. Ia pertama bergabung di 2004, sempat mundur, lalu kembali pada 2025 dan kini memegang divisi ekonomi.
“Saya bikin program bantu promosi produk UMKM disabilitas,” jelasnya. Yati juga membuka kelas menjahit dan merajut setiap Minggu. “Yang disabilitas gratis, karena saya juga enggak dibayar. Tapi saya bahagia bisa berbagi.”
Bilic, baginya, adalah sekolah hidup. “Dulu saya disabilitas, tapi enggak paham tentang diri saya sendiri. Di sini saya belajar menerima diri, menghargai d....

