SALAH satu masalah yang dihadapi oleh banyak negara termasuk Indonesia ialah ketimpangan pendidikan (education inequality). Ketimpangan berarti ada perbedaan antar-entitas pendidikan, baik dalam kualitas maupun kuantitas. Ketimpangan bisa diartikan bahwa di satu tempat layanan pendidikan sudah dilaksanakan dengan sangat baik dan di tempat lain pendidikan sangat jauh untuk sampai pada standar yang sama.
Beberapa waktu yang lalu, misalnya, kita dikejutkan oleh fakta terdapat ratusan siswa SMP yang tidak bisa membaca dan lebih parahnya, separuh di antara mereka tidak hafal alfabet. Dalam konteks akses terhadap layanan pendidikan, misalnya, kita masih disuguhkan pada bagaimana anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa menyeberang sungai, menempuh perjalanan berkilo-kilometer dengan jalan kaki hanya untuk sekedar bisa bersekolah.
Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat bahwa 11 dari 100 orang di Indonesia tidak bersekolah SD, angka usia tidak sekolah pada 16-18 tahun juga masih mencapai 15,3%, terjadinya disparitas antara partisipasi pendidikan di kota dan desa. Riset lain juga menyatakan terdapat pula disparitas fa....

