SEPULUH karya seni lukisan abstrak tertata rapi di ruang pameran. Deretan lukisan itu merupakan karya seni milik seniman asal Spanyol berbasis di Singapura, Carmen Ceniga Prado. Layaknya lukisan abstrak pada umumnya, karya seni itu terasa sulit untuk dipahami bila hanya dipandang secara kasatmata. Hal yang menonjol hanya kebebasan sang seniman yang begitu lepas dalam mengeksplorasi elemen visual seperti warna, bentuk, dan garis.
Doorway, itulah tajuk dari pameran tunggal Carmen pada 5 Juli- 3 Agustus 2025 di Ara Contemporary, Jakarta. Di balik karya seni abstrak yang bagi sebagian orang sulit dipahami, sebetulnya ada makna mendalam dari setiap lukisannya. Seluruh karya seniman kelahiran 1995 itu merupakan respons artistik terhadap tubuhnya. Dia mencoba menggambarkan seperti apa kondisi di dalam tubuhnya saat menghadapi kondisi-kondisi tertentu.
“Intinya pada pameran Doorway, Carmen bercerita tentang apa yang terjadi di dalam tubuh. Dimulai dari karya pertama yang berjudul Submerged, yang menjadi pintu awal apa yang terjadi dalam pikiran sebelum kemudian memasuki pengalaman di dalam tubuh lewat karya seni lainnya. Pada proses pengaryaannya, Carmen memindai seluruh tubuhnya, dari kepala hingga badan, juga semua sensasi sensori yang terjadi di tubuhnya yang kemudian dituangkan ke dalam kanvas,” kata Founder Ara Contemporary, Fiesta Ramadanti, dalam me....

