BAGI banyak orang, membuat secangkir kopi atau teh mungkin terasa sepele. Namun, bagi ibu-ibu yang kehilangan penglihatan, kegiatan itu ialah tantangan yang mengasah kemandirian dan rasa percaya diri.
Untuk menyeduh kopi menggunakan air panas saja butuh kehati-hatian. Jika tidak, bisa jadi justru tangan yang melepuh karena tersiram air panas.
Namun, meski terdengar sulit, bukan berarti menyeduh kopi sesuatu yang mustahil bagi tunanetra. Setidaknya hal itu dibuktikan oleh Restiawati, sosok barista tunanetra yang mendirikan Kopi Netra pada Februari 2021. Hidup dalam kegelapan tak menyurutkan semangatnya menjadi peracik kopi andal. Saat meracik kopi, dia mengandalkan kepekaan fungsi tubuh yang lain: penciuman, pendengar....

