LEBIH dari sekadar perjalanan pulang, mudik merupakan ritual sosial, ruang membayar lunas rindu, sekaligus momentum reflektif setelah setahun penuh berjibaku dengan rutinitas. Padatnya lalu lintas serta terminal, stasiun, dan bandara yang riuh menyisakan sejumput harapan untuk dicapai, yakni kembali ke asal, memperbaiki diri, dan merayakan kemenangan. Di tengah hiruk-pikuk perjalanan mudik itu, pertanyaan evaluatif sangat layak untuk ditanyakan. Apa yang sebenarnya kita bawa pulang selain oleh-oleh dan cerita perjalanan?
Agenda khas tahunan ini dapat digunakan sebagai refleksi atas apa yang telah dan belum dicapai selama satu tahun terakhir. Bukan untuk membandingkan diri dengan orang lain, melainkan untuk mengukur apakah diri ini sudah lebih baik daripada tahun sebelumnya atau belum. Mudik dan hari kemenangan akan menjadi lebih terasa penuh dan bermakna apabila diiringi dengan kemauan untuk terus berbenah dan meraih potensi terbaik dari diri sendiri.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan pada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan. Hal itu tidak lain bertujuan untuk membentuk pembelajar yang mandiri dan andal. Pasalnya, hampir segala hal yang dibutuhkan manusia telah dituangkan dalam dokumen tertulis. Singkatnya, kemampuan literasi ialah fon....

