DI suatu sisi jalan di Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Alwi Johan Yogatama duduk bersila. Tidak jauh darinya, dihadapkan ke jalanan, ada selembar kertas kardus bertuliskan ‘Nebeng’.
Tak berapa lama, ia dihampiri seorang bapak berkaus kutung dan bercelana loreng. Alwi menyebutnya bermuka seram dan pandangan matanya serupa harimau. Sang bapak menanyakan tujuan Alwi dan setelah dituturkan misi perjalannya untuk membangung perpustakaan di Alor, bapak itu lalu membantunya memberhentikan mobil untuk tumpangan. Si bapak itu pula yang bernegosiasi dengan pengendara mobil pikap pengangkut ayam untuk mengantarkan Alwi dan rekannya sampai ke Aimere. "Tolong anak-anak saya," pesan sang bapak kepada sopir.
Itulah sepenggal kisah perjalanan panjang Alwi yang dibagikan di akun Instagram-nya, @alwijo. Kreator konten pegiat literasi dengan pengikut lebih dari 365 ribu itu melakukan perjalanan dengan metode nebeng dari asalnya di Temanggung, Jawa Tengah, ke Welai Barat, Alor, NTT, untu....

