INFORMASI geospasial menjadi fondasi yang krusial bagi perencanaan pembangunan, mitigasi bencana, tata kelola sumber daya alam, hingga reformasi tata ruang dan pelayanan publik. Untuk itu, perlu dibangun ekosistem geospasial nasional yang terintegrasi, kolaboratif, dan berdaya saing global.
Hal tersebut menjadi semangat yang diusung dalam Rapat Koordinasi Nasional Informasi Geospasial 2025 di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, kemarin. Dengan tema 'Transformasi Awal Penyelenggaraan Informasi Geospasial Menuju Ekosistem Geospasial Nasional', pemangku kepentingan didorong agar bersinergi dalam satu kerangka kerja yang efisien dan berkelanjutan.
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Muh Aris Marfai memaparkan, data geospasial menjadi kerangka dan acuan penting, terutama data geospasial dasar, untuk mendukung terselenggaranya informasi geospasial tematik. Peta dasar ini juga diperlukan untuk kebijakan lahan pertanian termasuk menghimpun lahan sawah dan lahan pertanian pangan berkelajutan. Menurutnya, identifikasi lahan pertanian salah satu basis datanya adalah peta dasar. Kemudian peta dasar ini digunakan untuk tata kelola kawasan hutan dan perkebunan. Peta dasar juga menjadi basis penting untuk informasi kependudukan untuk bisa menciptakan by name by address by coordinate. “Kalau sudah by coordinate kita akan mencapai efektiv....

