DI Studio Kreaby, teknologi bukan sekadar alat, melainkan juga menjadi jembatan baru bagi seniman autistik untuk bereksplorasi. Menurut Kreaby Director & Co-Founder Arani Aslama, para seniman kini tidak hanya berkarya secara digital, tetapi juga mulai diarahkan untuk memanfaatkan generatif artificial intellegence (AI) sebagai bagian dari proses kreatif mereka.
Awalnya karya seniman Kreaby berawal dari desain digital. Para seniman menggambar menggunakan perangkat untuk menghasilkan ilustrasi 2D.
Saat ini Kreaby memperkenalkan generatif AI sebagai alat belajar tambahan. Para seniman diajarkan prompting atau memberikan instruksi pada AI untuk membuat gambar 2D mereka agar bergerak menjadi potongan animasi 5 hingga 8 detik. Potongan-potongan itu kemudian dirangkai oleh tim Kreaby menjadi video pendek berdurasi 30....

