BADAN Pusat Statistik (BPS), pekan lalu, merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 secara tahunan sebesar 5,11%. Capaian itu bahkan lebih tinggi daripada di 2024 sebesar 5,03%, bahkan yang tertinggi sejak 2022.
Namun, di balik angka pertumbuhan yang tampak solid itu, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mencatat adanya persoalan kualitas pertumbuhan yang perlu menjadi perhatian serius bagi pengambil kebijakan.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memandang seluruh komponen pengeluaran memang tumbuh positif pada 2025. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98% dengan kontribusi 53,88% terhadap PDB masih menjadi penopang utama pertumbuhan. Namun, angka itu perlu dibaca secara kritis, yakni pertumbuhan konsumsi yang masih sangat bergantung pada....

