“TOK, tok, tok, tok!” Bunyi ketukan meja itu mengejutkan ruang kelas di sebuah sekolah dasar di Yogyakarta. Bunyi tersebut muncul dari seorang siswa laki-laki berseragam merah-putih yang berlagak seperti dalang profesional, dengan tangan kanan memegang sebuah wayang suket.
Begitu seluruh perhatian teman-teman tertuju kepadanya, anak laki-laki itu makin percaya diri dan bergaya mendalang dengan cerita khayalannya. Itulah suasana antusiasme anak-anak kala kegiatan workshop wayang suket yang digelar oleh Wayang Suket Indonesia. Kegiatan itu sudah dijalankan sejak Agustus 2025 dengan nama Dolan Sekolahan. Tidak hanya berkenalan dengan wayang suket, murid-murid juga diajari cara membuat wayang yang terbuat dari rumput (suket) kering itu.
Sejauh ini sudah ada lebih dari 10 sekolah yang mereka datangi, dengan total peserta mencapai ratusan orang. Sasarannya ialah pelajar kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar (SD) serta beb....

