PERKARA korupsi yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid menambah kelam citra birokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sepertinya tidak belajar dari tiga Gubernur Riau terdahulu yang juga ditangkap oleh KPK karena kasus serupa, maling duit rakyat.
"Menyedihkan yah, empat kali Gubernur Riau terjerat operasi tangkap tangan (OTT). Artinya tidak ada pembelajaran yang diambil dari kasus-kasus sebelumnya dan tidak pernah ada perbaikan sistem yang berarti, yang signifikan, sehingga kasus ini terus berulang," kata peneliti Pusat Studi Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, melalui keterangannya yang diterima di Jakarta, kemarin.
Zaenur menilai pemerasan oleh Abdul Wahid kepada bawahannya akan menyebabkan efek domino. Bawahannya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan melakukan korupsi juga untuk memenuhi permintaan y....

