PENGAMAT komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M Jamiluddin Ritonga, menilai wacana pembentukan koalisi permanen di antara partai-partai politik di Indonesia dinilai sebagai langkah yang sulit diwujudkan di lapangan. Ia menyebut konsep tersebut mudah diucapkan, tapi terganjal oleh realitas ideologi dan kepentingan pragmatis partai.
Jamiluddin menjelaskan ada tiga faktor utama yang membuat koalisi permanen sulit menjadi kenyataan dalam sistem politik Indonesia saat ini. Pertama, perbedaan ideologi. Menurut Jamiluddin, koalisi permanen hanya mungkin terwujud jika partai politik memiliki platform ideologi yang relatif sama. Namun, hal itu tidak ditemukan di Indonesia.
Meskipun partai-partai di Indonesia terbagi dalam corak nasionalis, religius, atau perpaduan keduanya, perbedaan di dalamnya tetap signifikan. "PDIP, Gerindra, dan Golkar, misalnya, meskipun sama-sama nasionalis, coraknya berbeda. Begitu juga PKB dan PKS yang religius, tapi memiliki karakteristik yang tetap kontras," u....

