DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya. Eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan sekadar konflik regional, melainkan episentrum ketegangan yang dampaknya merambat ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Harga energi berfluktuasi, rantai pasok terganggu, nilai tukar tertekan, dan psikologi pasar mudah goyah oleh setiap letupan di Timur Tengah. Dalam situasi seperti ini, bangsa yang besar tidak boleh terpecah oleh rivalitas domestik. Justru sebaliknya, ancaman eksternal harus menjadi perekat untuk memperkokoh solidaritas nasional.
Pertemuan para mantan presiden, mantan wakil presiden, dan ketua umum partai politik di Istana atas undangan Presiden Prabowo Subianto menjadi simbol penting bahwa Indonesia memilih merapatkan barisan untuk bersama-sam....

