PERAYAAN malam pergantian tahun kali ini bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti halnya peringatan Natal 2025 pekan lalu, perayaan menuju Tahun Baru 2026 nanti malam akan lebih menonjolkan solidaritas dan empati kebangsaan, khususnya bagi korban terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan suasana Natal dan Tahun Baru kali ini tidak dapat dipisahkan dari rasa keprihatinan nasional atas musibah yang menimpa sejumlah wilayah di Tanah Air. Karena itu, doa dan kepedulian terhadap sesamalah yang semestinya menjadi pesan utama, bukan ingar-bingar dan kemegahan pesta.
"Natal dan Tahun Baru kali ini kita lakukan dalam suasana penuh keprihatinan, sekaligus untuk membuktikan kepada semua orang yang terdampak bencana bahwa kalian tidak sendiri, kami semuanya sesama bangsa ikut bers....

