SELAMA 16 tahun ini, setiap 2 Oktober, pembahasan mengenai pelestarian batik selalu muncul. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional itu, bangsa Indonesia memang sekaligus diingatkan lagi tentang tanggung jawab yang otomatis muncul dengan status Warisan Budaya tak Benda (WBTB) untuk batik dari UNESCO.
Sekilas di masyarakat, pelestarian batik memang seolah bukan masalah. Batik bahkan populer hingga ke gen Z. Material batik juga dikemas ke beragam fesyen terkini dan aksesorinya. Dengan begitu, pelestarian apa lagi yang diharapkan?
Nyatanya pertanyaan itu juga tidak sulit dijawab. Di daerah-daerah sentra batik, jumlah perajin batik tulis terus menyusut tanpa kepastian regenerasi. Selain itu, seperti semua hal lainnya yang harus beradaptasi dengan tekno....

