POLKAM

Utamakan Empati saat Berucap dan Berperilaku

Rab, 10 Sep 2025

GAYA komunikasi, baik perilaku maupun ucapan, pejabat publik yang terkesan nirempati dan berpotensi menyakiti perasaan rakyat masih terus menjadi persoalan di Republik ini. Kemarahan rakyat yang dipicu ujaran, laku, dan kebijakan nirempati, yang terekspresikan dalam demonstrasi besar beberapa waktu lalu, mestinya cukup menjadi pelajaran.

Guru besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Eko Prasojo, menyayangkan jika hal tersebut masih terjadi. Pasalnya, setiap ucapan pejabat publik sejatinya memiliki bobot kebijakan. Karena itu, menurutnya, pejabat publik semestinya berhati-hati.

“Dalam perspektif ilmu kebijakan publik, setiap ucapan pejabat publik adalah kebijakan yang tidak tertulis sehingga dapat menjadi suatu kebijakan, serta memiliki implikasi hukum kebijakan,” ujar....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement