RENCANA penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) satu hari dalam sepekan dinilai belum menjawab persoalan utama yang dihadapi pemerintah, terutama terkait dengan tekanan subsidi energi. Kebijakan itu dinilai cenderung reaktif, bahkan berisiko tidak efektif jika tidak disertai arah yang jelas.
Guru besar IPDN Djohermansyah Djohan melihat kebijakan ini lahir dari respons cepat terhadap tekanan global, khususnya lonjakan harga energi yang berpotensi membebani anggaran negara.
Menurutnya, beban subsidi bisa menembus angka Rp200 triliun dan berisiko mengganggu APBN 2026. Namun, respons pemerintah dinilai belum matang. "Pemerintah tidak punya konsep, kesiapan yang ku....

