OPINI

Mencegah Korban Keracunan MBG

Rab, 08 Okt 2025

MAKSUD baik, ketika tidak didukung pengawasan yang memadai, ternyata berisiko kontraproduktif. Keinginan pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, ternyata hasilnya malah sebaliknya. Alih-alih makin sehat, program makan bergizi gratis yang digulirkan pemerintah justru menyebabkan terjadinya berbagai kasus keracunan yang menyebabkan ribuan anak harus masuk rumah sakit.

Jika mengacu pada data Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah korban keracunan dalam program MBG sebanyak 8.649 orang hingga 27 September 2025. Sementara itu, data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 5.914 orang per 25 September 2025 (Media Indonesia, 1 Oktober 2025). Di berbagai daerah, tidak sekali-dua kali ditemukan banyak menu makanan program MGB yang basi dan bau, bahkan yang mencemaskan ada makanan yang ternyata beracun sehingga menyebabkan anak harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan serius.

Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, misalnya, kini banyak orangtua siswa yang waswas terhadap keselamatan anak-anak mereka di sekolah. Mereka membekali anak mereka kantong keresek. Tujuannya mewadahi menu masakan MBG yang bau, basi, atau yang tidak termakan. Sementara itu, di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, puluhan siswa SMA dan SMK dilarikan ke GOR Cipongkor pada Rabu (24/9) siang setelah mengalami gejala....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement