KISAH pilu Aurelie Moeremans yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul Broken Strings membuka mata banyak orang bahwa luka masa kecil tidak selalu datang dari kekerasan fisik. Sebagian luka justru lahir dari hubungan yang terlihat hangat, peduli, dan baik, tetapi perlahan berubah menjadi jerat. Fenomena itu dalam psikologi dikenal sebagai child grooming.
Psikiater Bidang Pengmas Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) dr Lahargo Kembaren menjelaskan child grooming ialah proses manipulasi psikologis yang disengaja, dengan pelaku membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan pada anak, dengan tujuan mengeksploitasi baik secara emosional, psikologis, maupun seksual.
"Yang berbahaya, grooming bukan peristiwa instant, melainkan proses bertahap. Pelaku sering tampak sebagai orang dewasa yang paling peduli, kakak atau mentor yang paling mengerti, bahkan bisa jadi figur aman ketika anak meras....

