OPINI

Bedah Pidato Promovendus Surya Paloh, Perjalanan Mengikuti Jejak Peradaban

Jum, 16 Sep 2022

“JIKA Anda ingin menjadi pemimpin yang hebat, menulis seperti jurnalis dan berbicaralah seperti orator.” (HOS Tjokroaminoto)

Sengaja saya pilih kutipan tersebut karena itu terasa benar menggambarkan perjalanan yang saya lakukan kali ini. Perjalanan di tiga kota di Jawa Timur, mulai Kediri, Surabaya, dan berakhir di Jember. Sebuah provinsi yang dalam sejarah nasional kita telah melahirkan banyak tokoh besar bangsa ini. Daerah yang mempunyai tradisi politik yang khas dengan keterbukaan dan kelugasannya. Tempat persandingan antara tradisi intelektual dan massa aksi banyak terjadi. Tidak mengherankan jika dari sini letupan-letupan perubahan sering kali bermula.

Itu alasan pertama saya memilih kutipan Tjokroaminoto di atas. Alasan kedua ialah apa yang membawa dan saya bawa dalam perjalanan tersebut: pidato pengukuhan Bapak Surya Dharma Paloh sebagai doktor kehormatan dari Universitas Brawijaya, Malang. Pidato dengan tajuk Meneguhkan kembali Politik Kebangsaan Indonesia itu telah menarik animo banyak pihak untuk menyelenggarakan bedah pidato. Sebuah acara yang tak lazim terjadi di Indonesia. Mungkin kita pernah mendengar bedah buku atau film, tetapi tidak dengan bedah pidato. Saya sendiri secara skeptis bertanya-tanya, apa yang diinginkan penyelenggara dengan acara semacam itu....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement