OPINI

Pentingnya Dimensi Sosial dalam Pembangunan STEM di Indonesia

Jum, 15 Mar 2024

BAPPENAS pada Juli 2023 menginformasikan hanya 18,47 % mahasiswa Indonesia yang lulus dari bidang ilmu-ilmu berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Ditambah, data terkini dari Pangkalan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengindikasikan mahasiswa yang studi di bidang STEM hanya berkisar 1,7 juta mahasiswa.

Ironisnya, hanya 0,3% atau 822,47 ribu penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan pascasarjana berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri 2021.

Berdasarkan salah satu riset BRIN 2023, kondisi itu juga diperparah permasalahan dalam penerapan pembelajaran berbasis STEM seperti kompetensi guru dalam penerapan pembelajaran STEM, fasilitas pembelajaran yang jauh dari ideal, kurikulum pembelajaran, dan keanekaragaman latar belakang siswa. Karena itu, tidak mengherankan pada Program for International Student Assessment (PISA) 2022 Indonesia hanya bertengger di posisi ke-68. Sebuah hasil yang tidak menggembi....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement