SETIAP tanggal 1 Desember, kita mengenang semua orang yang telah dan sedang terdampak AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Kita berada di ambang era baru AIDS, era ketika kita dapat secara permanen membalikkan keadaan melawan penyakit mematikan ini dengan tujuan mengakhiri epidemi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS pada 2030. Hari AIDS Sedunia adalah waktu untuk merenungkan seberapa jauh kita telah melangkah dan pekerjaan yang masih harus dilakukan.
Sejarah AIDS dimulai pada 1981 dengan kasus pertama sarkoma kaposi (KS) yang dilaporkan pada pria yang tinggal di New York City. Bentuk kanker langka ini kemudian dikaitkan dengan infeksi yang disebabkan oleh virus imunodefisiensi manusia (HIV). Pada 2020, hampir 33 juta orang telah meninggal karena penyakit ini di seluruh dunia. Kementerian Kesehatan mencatat 35.415 kasus baru HIV dan 12.481 kasus baru AIDS sepanjang 2024 selama periode Januari-September.
HIV/AIDS dapat menyebabkan masalah psikosomatik, yaitu keluhan fisik yang disebabkan oleh faktor psikologis seperti depresi atau kecemasan. Faktor yang dapat menyebabkan masalah psikosomatik pada penderita HIV/AIDS antara lain stres, stigma dan diskriminasi, kesulitan mengungkapkan status HIV, dan efek samping obat HIV. Untuk mengelola masalah psikosomatik, penderita HIV/AIDS dapat melakukan konseling, ....