OPINI

Belajar dari Jojo

Sen, 29 Sep 2025

AIR mata yang sudah mengembun tidak terasa mengalir perlahan dari sudut mata saya setelah menyaksikan film Jojo. Sebuah film dokumenter yang meraih penghargaan sebagai Film Terbaik Rekomendasi Juri dalam Aceh Film Festival (AFF) 2025.

Jojo adalah salah satu murid berkebutuhan khusus di sekolah kami (Sukma Bangsa Pidie). Jojo mengidap austisme, beretnis Tionghoa, dan memeluk agama Nasrani. Jadilah seorang Jojo sebagai simbol triple minorityseorang anak yang berada di persimpangan tiga lapis kerentanan sosial: keterbatasan, etnisitas, dan agama. Namun, di balik kerentanan itu, Jojo tumbuh sebagai anak yang ceria, penuh semangat, dan mampu menebar kasih di sekitarnya.

Jojo merupakan murid yang selalu tiba pertama kali di sekolah kami. Dengan langkah cepat setengah berlari, ia selalu dengan ceria menyapa siapa saja yang berpapasan dengannya. Keseharian Jojo mencerminkan wajah Aceh yang sesungguhnya. Mungkin banyak orang luar yang belum pernah bersentuhan langsung dengan kehidupan di Aceh akan ragu bahwa ....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement