OPINI

Dari Spirit Idul Fitri ke Transformasi Sosial Ekonomi

Sel, 24 Mar 2026

IDUL Fitri seharusnya menjadi puncak kemenangan atas hawa nafsu. Setelah sebulan menjalani disiplin puasa menahan lapar, emosi, dan dorongan konsumsi, manusia diingatkan kembali pada nilai kesederhanaan, empati, dan pengendalian diri. Namun, di balik pesan spiritual tersebut, Idul Fitri juga menghadirkan dinamika lain yang tidak kalah besar: ia menjadi salah satu peristiwa ekonomi terbesar dalam siklus tahunan Indonesia.

Setiap tahun, ia justru menjelma menjadi puncak konsumsi. Di satu sisi, manusia merayakan keberhasilan menahan diri; di sisi lain, pasar menyaksikan ledakan belanja yang kerap melampaui kebutuhan. Di titik itulah pertanyaan mendasar muncul: apakah kita benar-benar kembali ke fitrah atau sekadar berpindah dari puasa menuju euforia konsumsi?

Fenomena itu bukan sekadar kesan, melainkan realitas yang terukur. Bank Indonesia mencatat kebutuhan uang tunai selama Idul Fitri 1446 Hijriah pada 2025 mencapai Rp160,3 triliun, meningkat 8,6% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk 2026, jumlah tersebut diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp185,6 triliun. Dalam waktu singkat, total perputaran uang selama Ramadan-Lebaran bahkan diperkiraka....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement