OPINI

Halal Bi Halal Milik Semua

Sen, 23 Mar 2026

ENTAH siapa yang pertama kali menggunakan istilah halal bi halal tidak diketahui dengan pasti. Tahun 1924, Majalah Suara Muhammadiyah memuat pembahasan ‘alal bi alal’. Tahun 1926, Suara Muhammadiyah tidak lagi menggunakan istilah alal bi alal, tetapi halal bi halal. Salah satu majalah tertua dan masih terbit hingga kini itu membuka layanan iklan untuk pembaca mengucapkan halal bi halal. Sebagian menyebut halal bi halal mulai digunakan pada 1948. Mana yang benar, Allahu 'alam. Mungkin para sejarawan bisa meneliti.

Adanya pemberitaan dan iklan di Suara Muhammadiyah menunjukkan bahwa halal bi halal sudah melembaga dan menjadi budaya masyarakat, termasuk di kalangan Muhammadiyah. Suara Muhammadiyah sudah melangkah maju. Masyarakat tidak hanya ber-halal bi halal secara tradisional dengan kunjungan dan pertemuan fisik yang jangkauannya terbatas, tetapi juga dengan cara modern melalui media cetak yang jangkauannya jauh lebih luas.

Dalam tradisi halal bi halal, masyarakat saling memaafkan (forgiving), mengunjungi (visiting), dan berbagi (thanksgiving). Semua masyarakat menyelenggarakan gelar griya (open house) dan menyediakan aneka rupa makanan untuk menjamu para tamu. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir (kiamat), hendaklah ia memuliakan tamu,” (HR Bukhari dan Muslim). Open house adalah ekspresi pikiran yang lega (open mind) d....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement