OPINI

Syawal dan Rekonstruksi Identitas

Sen, 23 Mar 2026

GEMA takbir yang baru saja berlalu dari ruang-ruang publik sering kali menyisakan satu pertanyaan fundamental: apa yang sebenarnya tersisa setelah sebulan penuh kita melakukan 'pemenjaraan' ego? Di terminal bus, pelabuhan, dan bandara, kita menyaksikan jutaan orang melakukan eksodus yang secara kultural disebut mudik.

Secara kasatmata, itu memang tampak sebagai fenomena mobilitas geografis semata. Namun, jika bersedia melihat lebih dalam, mudik dan momen memasuki Syawal sesungguhnya upaya kolektif manusia untuk melakukan pencarian titik nol dalam eksistensinya.

Fenomena sosiopsikologis yang kita tangkap hari ini menunjukkan adanya gejal....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement