BILA berbicara tentang kecakapan politik, kita mesti pulang ke Athena, di pusat Kota Agora yang didesain dengan ruang terbuka sehingga mendorong keterlibatan publik. Keterlibatan berwujud diskusi, aktivitas komersial dan perjumpaan dengan banyak kelompok. Ruang itu juga tempat pemilihan pemimpin, hakim, wakil rakyat, dan pejabat publik. Di sekeliling ruang terbuka tersebut terdapat bangunan-bangunan politik. Dari imajinasi tentang Agora dan aktivitasnya, kita memahami bahwa politik terkait dengan aktivitas masyarakat yang terpanggil demi merealisasikan kecakapan diri agar urusan-urusan publik dibicarakan, dikritisi, dan diselesaikan.

