EDITORIAL

Jangan Lengah Urus Kelas Menengah

Sen, 14 Okt 2024

TERPURUKNYA ketahanan ekonomi kelas menengah bukan sekadar rumor atau prediksi. Krisis yang menimpa kelompok yang disebut sebagai penopang sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional tersebut sudah nyata-nyata terjadi. Sayangnya, selama lima tahun terakhir ini luput dari antisipasi pemerintah.

Keterpurukan itu tergambar dari menurunnya jumlah kelas menengah di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kelas menengah pada 2019 masih sebanyak 57,33 juta jiwa atau 21,45% dari total jumlah penduduk Indonesia. Namun, tahun ini, jumlah itu anjlok hampir 10 juta menjadi tinggal 47,85 juta atau hanya 17,13% dari total jumlah penduduk.

Berkurangnya kelompok kelas menengah ini bukan karena mereka semakin sejahtera dan melompat ke kelas di atasnya. Justru sebaliknya, kondisi mereka semakin susah dan turun ke level calon kelas menengah, bahkan ke kelas rentan miskin. Sebentar lagi, apabila tidak ada strategi jitu mengungkit ekonomi kelas menengah, maka tinggal menunggu waktu saja bagi mereka untuk ben....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement