Marah adalah ekspresi jiwa yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Daniel Goleman, dalam buku Emotional Intelligence (1995) mengutip Aristoteles (Atistotle) tentang marah: Anybody can become angry, that is easy. But to be angry with the right person and to the right degree and at the right time and for the right purpose and in the right way - that is not everybody's power, and is not easy.
Siapa pun bisa marah. Itu mudah. Namun, marah kepada orang yang tepat dengan tingkat kemarahan yang terukur, kapan waktu yang tepat, serta untuk apa tujuan marah tersebut, tidak semua orang bisa melakukan, dan hal itu tidaklah mudah.
Di dalam Al-Qur'an, marah disebutkan dalam empat istilah, yaitu ghodlob (17x), ghaidz (5x), sakhat (3x), dan maqta (5x). Semuanya mengandung pengertian yang senada. Ghaidz lebih tinggi tingkatannya daripada ghodlob. Maqta pada umumnya dikaitkan dengan kemarahan yang berkaitan dengan perilaku....

