PERTEMUAN dalam ruang belajar jurusan arsitektur di Houston, Texas, Amerika Serikat, membawa pasangan Marcel Opstal dan Maya Basyroel pada mimpi yang sama, yakni menjadi seorang arsitek. Namun, bandul takdir menuntun keduanya justru pada industri furnitur. Dimulai ketika mereka kerap keluar-masuk toko-toko barang bekas (thrift store) dan toko barang antik untuk mengisi hunian. Ketika itu, keduanya sempat tinggal di AS dengan mimpi menjadi arsitek.
"Tapi kami enggak ada duit untuk furnish the house. Kami setiap akhir pekan ke garage sale dan kami jatuh cinta dengan dunia furnitur. Itu very tactile untuk kami. Pada 1996, kami bilang 'Why not, let's try, make furniture. If worst comes to worst, we go back to architecture'," kenang Co-Founder Box Living Marcel Opstal saat wawancara dengan Media Indonesia di flagship store Box Living, merek furnitur mewah asal Indonesia, di PIK 2, Kamis (18/9).
Sekitar 1997, Marcel dan Maya akhirnya menyeriusi bisnis furnitur. Sempat menetap di Miami, keduanya memutuskan untuk tinggal di Indonesia, tempat Maya berasal. Namun, pada 1998, masa krisis dan terjadinya kekerasan massal di Indonesia, keduanya menghadapi tantangan. Box Living bisa dibilang lahir secara nyata ke dunia pada 2000 saat mereka hadir di sebuah pameran di Singapura.

