PELUNCURAN NU Harvest Maslaha dan Sharia Global Services menandai fase baru keterlibatan Nahdlatul Ulama (NU) di arena ekonomi, tepat ketika NU memasuki usia satu abad. Langkah itu datang pada saat yang tidak netral: ekonomi Islam dunia sedang mengalami ekspansi luar biasa.
State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 mencatat belanja konsumen muslim global telah mencapai US$2,43 triliun pada 2023 dan diproyeksikan naik menjadi US$3,36 triliun pada 2028, dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 5,5%. Aset keuangan syariah bahkan telah menembus US$4,93 triliun dan diperkirakan akan terus melonjak pada beberapa tahun ke depan.
Angka-angka itu menjelaskan mengapa ekonomi Islam kini dipandang sebagai peluang besar di tingkat global. Namun, justru di situlah persoalannya. Ketika ekonomi Islam dipandang sebatas ceruk pasar bernilai triliu....

