KONFLIK militer terbuka antara Israel --dengan dukungan Amerika Serikat (AS)-- dan Iran pada awal 2026 lalu telah membawa risiko guncangan yang sangat signifikan terhadap perekonomian global.
Berbeda dengan ketegangan geopolitik yang berdampak terbatas, sebut saja perang Ukraina versus Rusia sejak Februari 2022 hingga sekarang belum tuntas, maka eskalasi perang di Timur Tengah kali ini memiliki transmisi langsung ke pasar energi dunia, inflasi global, dan stabilitas sistem keuangan (SSK) internasional.
Dengan pengerahan militer AS yang mencapai tingkat kritis dan insiden maritim yang semakin intens di Selat Hormuz, pasar keuangan global mulai memperhitungkan skenario terburuk. Gangguan pasokan minyak dari Selat Hormuz menjadi salur....

