PERAIRAN Baubau, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi besar bagi industri garam. Data lapangan menunjukkan, perairan itu memiliki salinitas tinggi, mencapai hingga 34 PSU (practical salinity unit), yang menjadi indikator kualitas air laut yang sangat baik untuk bahan baku garam.
Di sisi lain, kualitas garam yang diproduksi oleh petambak rakyat sering kali belum layak dikonsumsi. Garam laut hasil kristalisasi masih mengandung berbagai pengotor seperti tanah liat, lumpur, dan kotoran organik lainnya.
Itu ditandai dengan warna kusam, rasa yang tidak murni, dan kandungan NaCl di bawah 90%. Selain itu, terdapat juga pengotor lain seperti magnesium sulfat (MgSO₄), kalsium sulfat (CaSO₄), dan magnesium klorida (MgCl₂) yang menurunkan kemurnian garam dan belum beryodi....

