REKA CIPTA ITB

Misteri Lubang Hitam di Alam Semesta

Sel, 28 Sep 2021

TAHUN lalu, Roger Penrose, seorang matematikawan asal Inggris yang bekerja dalam teori gravitasi Einstein yang dikenal teori relativitas umum, menjadi salah seorang yang dianugerahi Nobel Fisika. Hal ini cukup mengejutkan karena sangat jarang bidang fisika teoretik, khususnya teori relativitas umum ini dianugerahi nobel di bidang tersebut. Bahkan, Albert Einstein sebagai pencetus teori relativitas umum justru dianugerahi Nobel Fisika pada 1921 karena teori efek fotolistriknya.

Salah satu karya monumental Penrose pada 1965 ialah mempelajari struktur ruang waktu yang bersifat Lorentzian menggunakan kajian matematika abstrak bernama topologi. Apa yang Penrose dapatkan ialah formasi singularitas (ketakberhinggaan) dapat terjadi bila ruang waktu tersebut memenuhi persamaan medan gravitasi Einstein tanpa perlu meninjau simetri dari ruang waktu tersebut.

Secara fisis, singularitas ini terjadi ketika sebuah objek seperti bintang masif runtuh (collapse) karena gravitasinya. Kemudian, ia membentuk lubang hitam yang rapat massanya sangat tinggi sehingga medan gravitasi di sekitarnya menjadi sangat kuat. Akibatnya, ia menangkap segala sesuatu hingga melewati daerah cakrawala peristiwa (event horizon). Bahkan, cahaya pun tidak bisa lolos ketika telah masuk ke daerah di balik....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement