EDITORIAL

Napas Panjang Antisipasi Perang

Rab, 11 Mar 2026

TERPILIHNYA Mojtaba Khamenei ke tampuk kekuasaan tertinggi di Iran menggantikan ayahnya, mendiang Ayatullah Ali Khamenei, merupakan sinyal jelas bahwa faksi-faksi garis keras dalam tubuh pemerintahan Iran tetap menggenggam kendali.

Pergantian rezim di ‘Negeri para Mullah’ itu pun tidak seperti yang diinginkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Presiden AS Donald Trump tidak menyembunyikan penolakannya dan menyebut Mojtaba sebagai figur yang tidak dapat diterima. Pernyataan Trump tersebut pertanda bahwa jalan menuju deeskalasi di Timur Tengah bertambah terjal.

Situasi pelik ini bisa menjadi pertanda bahwa Teheran tidak memiliki hasrat untuk segera menyepakati gencatan senjata atau membuka meja perundingan dalam waktu dekat. Bagi komunitas global yang sudah lelah dengan ketegangan, kab....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement