REKA CIPTA ITB

Pelatihan Penyelenggaraan Homestay di Desa Loborai

Sel, 21 Okt 2025

PANTAI Rae Mea di Desa Loborai, Kecamatan Sabu Timur, memiliki pasir yang lembut. Pantainya berpadang lamun yang landai hingga jauh ke tengah laut. Saat laut surut, wisatawan dapat berjalan-jalan di air dangkal di antara padang lamun, karang pasir, terumbu, dan pertanian rumput laut hingga jauh ke tengah laut. Sementara itu, perbatasan daerah dangkal dan dalam ditandai dengan pecahan ombak, tinggi muka air lautnya hanya antara selutut hingga sepinggang.

Pada saat laut pasang, daerah dangkal menjadi dalam dan jangkauan ombak mencapai pantai, tapi dibatasi oleh tebing yang memanjang sepanjang pantai. Tebing itu dinamakan Tebbi Rae Mea. Pada pagi hari, wisatawan juga bisa menyaksikan keindahan matahari terbit, karena garis pantai Rae Mea menghadap ke Timur. Di kala purnama, setelah magrib, wisatawan dapat menyaksikan terbitnya bulan di cakrawala, perbatasan antara laut dan langit. Jika hari tanpa awan sama sekali, pemandangan itu menjadi sangat eksotik dan romantis. Itu sebabnya jika ada penginapan di Pantai Rae Mea, akan banyak wisatawan yang beminat menginap.

Di Pantai Rae Mea, ada rumah bantuan dari Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) pada 2024 yang belum dimanfaatkan karena ketiadaan aliran listrik PLN dan beberapa perlengkapan pendukung lainnya. Berdasarkan pemikiran, rumah itu dapat dimanfaatkan untuk penginapan bagi wisatawan dan homestay berperan penting sebagai pendukung wisata langit malam, dilakukan pelatihan penyelenggaraan homestay di sana. Pelatihan dilaksanakan pada 29 April hingga 1 Mei 2025.

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement