DIREKTUR Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman Nurcahyadi Suparman memberikan catatan kritis terhadap perjalanan 25 tahun implementasi otonomi daerah di Indonesia. Ia mendorong pemerintah untuk mereformasi model desentralisasi di Indonesia dari pendekatan simetris menjadi asimetris.
Model yang berlaku saat ini dinilai tidak efektif karena menyeragamkan beban kewenangan dan formula fiskal ke seluruh daerah tanpa mempertimbangkan perbedaan kapasitas daerah.
Herman menjelaskan, selama ini desentralisasi asimetris hanya dipahami secara sempit pada dimensi historis dan politik, seperti yang diterapkan di Papua, Yogyakarta, dan Aceh. "Saat ini, dengan pendekatan simetris, sebanyak 32 urusan diserahkan semua kepada daerah. Padahal, setiap daerah memiliki kapasitas yang berbeda-be....

