DI balik potensinya yang besar, budi daya teripang rupanya mendapat berbagai tantangan lingkungan yang perlu diantisipasi secara serius. Masalah utama dari aktivitas budi daya, yakni pencemaran akibat aktivitas manusia di kawasan pesisir, terutama limbah padat dan cair yang berasal dari resort pariwisata di sekitar kawasan pantai. Limbah sabun, deterjen, dan bahan kimia dari kegiatan wisata dapat menurunkan kualitas perairan dan mengganggu pertumbuhan teripang yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Selain itu, tumpahan minyak bahan bakar dari kapal wisata dan nelayan turut menjadi ancaman serius karena dapat mengendap di dasar laut dan merusak habitat alami tempat teripang mencari makan. Kemudian, praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan racun atau bahan peledak dapat merusak substrat pasir tempat hidup teripang.
Oleh sebab itu, keberhasilan budi daya teripang memerlukan kolaborasi lintas pihak antara pembudi daya, pemerintah daerah, pelaku wisata, dan lembaga riset untuk memastikan pengelolaan kawasan pesisir yang terpadu dan berkelanjut....

