SETIAP kali musim hujan tiba, Majalaya selalu menyiapkan diri untuk kenyataan yang sama: banjir. Kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan permukiman padat itu telah akrab dengan genangan sejak beberapa dekade terakhir. Namun, di balik keakraban itu, tersimpan kelelahan. Para relawan kebencanaan yang selama ini menjadi garda terdepan pemantauan dan penanganan banjir mulai menua, sedangkan regenerasi belum sepenuhnya terbentuk.
Tantangan itulah yang kemudian dijawab melalui kegiatan Ulin Bari Diajar Ngaguar Banjir Majalaya 2025, sebuah program eduwisata kebencanaan yang diinisiasi oleh tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), berkolaborasi dengan komunitas relawan kebencanaan di Majalaya. Tahun ini, kegiatan tersebut tidak lagi dilakukan di lapangan seperti tahun sebelumnya, tetapi berpindah ke kampus ITB Jatinangor, menghadirkan pengalaman belajar langsung dari sumber ilmu pengetahuan itu sendiri.
SHARE THIS

