MENCERMATI perkembangan kinerja beberapa perusahaan energi hijau di Amerika Serikat (AS) khususnya dapat menjadi sinyal kuat bagi para investor dan/atau calon investor di Tanah Air bahwa prospek usaha ekonomi hijau ini tergolong cepat-sirna (volatile). Berbagai klaim yang didengungkan oleh perusahaan-perusahaan, yang umumnya berupa perusahaan baru (startup), di subsektor ini terbukti jauh dari kenyataannya.
Dalam periode 2023-2025 saja di AS puluhan perusahaan energi hijau, khususnya energi matahari (solar energy), sudah atau sedang bersiap mengajukan permohonan Chapter 11 alias bangkrut atau pailit. Hal ini perlu dicermati untuk program yang didukung oleh pemerintah, seperti peresmian pabrik panel surya di Kendal oleh Menteri Perindustrian, dan beberapa proyek strategis di Tanah Air oleh Preside....

