SUDAH dua tahun berdiri, Kafe Bara yang terletak di kawasan Pantai Bahagia, Bali, masih juga sepi. Di teras depan kafe, sang pemilik yang bernama I Nyoman Bama duduk dengan hati yang kalut mengingat usahanya itu bermodal dari hasil menggadaikan tanah warisan keluarga.
Bagaimana tidak kalut, ada janji yang harus ditepati dari hasil mendapatkan modal tersebut, yakni kembalinya tanah warisan. Namun, pemasukan kafenya minim, terlihat dari jumlah pengunjung yang datang dan pesanan yang terhidang di meja.
Kegelisahan itu disampaikan kepada istrinya, Ni Made Ayu Nirankara yang karib disapa Nira. Nira yang digambarkan sebagai perempuan muda yang pandai merias diri langsung mencetuskan ide kekinian agar kafenya ramai didatangi pengunjung. Nira menawarkan diri untuk mengunggah foto-foton....

