SEJAK perilisan edisi perdana Pangeran dari Timur pada 2020, kini versi terbaru dari novel fiksi sejarah karya Kurnia Effendi dan Iksaka Banu tersebut dirilis ulang lewat penerbit Bentang Pustaka. Kurnia dan Iksaka menawarkan kisah mendalam nan memikat tentang sosok maestro seni lukis Indonesia, Raden Saleh.
Dalam novel itu, keduanya mengajak pembaca untuk menelusuri ambivalensi dan kompleksitas tokoh yang reputasinya melintasi benua, tetapi di tanah kelahirannya sendiri kerap dihadapkan pada realitas yang kontradiktif. Iksaka Banu menjelaskan edisi terbaru Pangeran dari Timur bukanlah rombakan total dari segi plot dan karakter.
“Plot dan karakternya tidak berubah, ya. Yang berubah itu adalah keterangan-keterangan yang sifatnya itu anachronist,” ujar Iksaka Banu kepada Media Indonesia saat ditemui dalam perilisan novel fiksi sejarah Pangeran dari Timur di Antara Heri....

