KULINER

Hidangan Fakfak untuk Eksotisme Ramadan

Min, 18 Apr 2021

KULINER Timur Tengah ataupun kuliner Sumatra telah menjadi sajian khas ramadan bahkan hingga Lebaran. Namun, bagaimana dengan sajian bercita rasa Papua?

Meski kedengarannya cukup asing, nyatanya sajian tersebut cocok pula untuk petualangan rasa saat berbuka puasa. Demikianlah yang tergambar dari menu baru yang dipersembahkan restoran Kaum Jakarta.

Memang, berbagai sajian dengan buah dan biji pala itu tidak khusus dibuat Kaum Jakarta karena momen Ramadan. Meski begitu, peluncuran yang berdekatan dengan bulan suci membuatnya menarik untuk merayakan kehangatan sangat berbuka.

Head Chef Kaum Jakarta, Rachmad Hidayat, menjelaskan berbagai olahan masakan dengan pala itu didapat langsung dari masyarakat Fakfak yang ia temui dalam ekspedisi kuliner bersama Yayasan Inobu di Papua Barat, Maret lalu. Dari segi bentuk, pala asal Fakfak lebih lonjong yang juga dikenal dengan sebutan pala lonjong.

“Kalau untuk aroma, pala Fakfak memang tidak terlalu kuat dibanding pala Banda, Aceh, atau Jawa. Dia lebih lembut, dan ketika dimakan mentah dia tidak ada meninggalkan getir. Kalau pala lainnya, ketika kita coba sedikit mungkin, bisa langsung puyeng. Nah, inilah yang menjadi tantangan kita untuk mengolahnya menjadi hidangan,” kata juru masak restoran, di Jalan Dr Kusuma Atmaja, Menteng, Jakarta tersebut, Kamis, (8/4).

Chef Rachmad mengolah pala menjadi beberapa hidangan. Mulai Meri Totora, Ikan Kuah Kuning Buah Pala, Sinoli, Tagas Tagas, Sate Patimburak, Daging Masak Wedi, Koret Wedi Na Kekeir, dan Sambal Buah Pala, hingga Kue Lontar Buah Pala.

Media Indonesia sempat mencoba hidangan tersebut. Meri Totora ialah hidangan pembuka yang dibuat dengan bahan seperti tomat ceri, timun, kol, lemon, bengkuang, dan tentunya acar pala Fakfak. Salad ini aromanya cukup harum dan terasa sangat segar karena disajikan di atas belahan kelapa muda.

Hidangan Sinoli sendiri terlihat mirip panekuk. Ia dibuat dari ketela yang dicampur parutan kelapa dan pala Fakfak.

Sinoli juga bisa dinikmati bersama daging ikan kakap merah dari hidangan Ikan Kuah Kuning Buah Pala. Paduannya mengingatkan pada Naan, roti India yang biasa dimakan bersama Ayam Tikka Masala.

Lewat menu baru ini kita juga dapat melihat cukup ragamnya kuliner Papua yang menggunakan daging sapi. Contohnya, Daging Masak Wedi yang berisi daging sapi cincang, pepaya, daun ketela, kemangi, dan potongan pala Fakfak. Aromanya cukup menggugah selera, pun tampilannya cukup atraktif karena ia dikukus dan disajikan langsung di atas bambu.

Tampilan eksotis juga terlihat hidangan Koret Wedi Na Kekeir. Akan tetapi, jika hidangan sebelumnya menawarkan sensasi rasa gurih daging sapi cincang bersama sayuran, hidangan yang satu ini lebih terasa manis. Di dalamnya ada bahan-bahan seperti pisang, ketela, talas, ubi, dan santan, serta bunga pala Fakfak. Walau teksturnya sedikit kering, hidangan yang satu ini rasanya lebih sepeti kolak.

Sate Patimburak yang terbuat dari kerang, saus kacang, dan acar pala Fakfak, disajikan sebagai hidangan pendamping. Selain itu juga ada Tagas Tagas yang sangat kaya akan sayuran. Ia terbuat dari bahan seperti daun ketela, daun pepaya, kangkung, kemangi, bawang merah dan putih, serta sereh.

Adanya Kue Lontar Buah Pala menjadi hidangan penutup yang benar-benar memanjakan lidah dengan teksturnya yang empuk. Rasa manisnya juga terasa pas, yakni hidangan ini terbuat dari baha....

Belum selesai membaca berita ini ? Selesaikan dengan berlangganan disini Berlangganan

Advertisement

Advertisement