RAMON Tanjung mencoba peruntungan membuka bisnis kuliner di Jakarta. Tiga puluh sembilan tahun lalu, tepatnya 1986, ia melangkahkan kaki dari rumahnya di Pariaman, Sumatra Barat. Saat itu yang tebersit dalam pikirannya ialah berjualan sate (satai) padang. Selain hanya karena resep masakan itu yang dikuasainya, ia berbekal pengalaman bekerja di sebuah restoran satai padang.
Setiap hari, Ramon mendorong gerobak di kawasan Pasar Santa, Jakarta Selatan. Mula membuka bisnis tentu tidak selalu menyenangkan. Omzetnya pun tidak menentu. Kadang laku banyak, kadang juga hanya beberapa porsi. Ia tidak menyerah. Siapa sangka, sekarang bisnis Ramon berkembang. Lebih dari tiga dekade berlalu, racikannya kini menjadi favorit banyak pelanggan.
Itu ialah kilas balik dari perjalanan bisnis legenda Warung Sate Padang Ajo Ramon. Dengan berawal dari gerobakan, usaha itu berkembang pesat dan sudah memiliki lapak tetap di Pasar Santa. Dengan dibantu sang anak, Roberto Ramon, kedainya kini selalu penuh sesak para pelanggan, kepulan asap panggangan bahkan tidak pernah berhenti, mengarti....

