SELAMA ini, jika membahas dua organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Tanah Air, NU dan Muhammadiyah, ada anggapan umum bahwa kalangan nahdiyin (NU) lebih lucu bila dibandingkan dengan muhammadiyin. Itu karena banyak mubalig NU yang gemar melontarkan leluconnya saat berceramah. Tidak terkecuali, para kiai kampung di Jawa, biasanya yang sering diundang berceramah ialah mereka yang juga bisa menyampaikan lawakan dan kebanyakan memang merupakan kiai nahdiyin.
Walakin, bukan berarti para mubalig muhammadiyin tidak bisa melucu. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah saat ini, Abdul Mu’ti, ialah contoh konkretnya. Atau kader muhammadiyin yang berkarier sebagai komika, Yusril Fahriza.
Siang bakda salat Jumat (9/9) pekan lalu, Abdul Mu’ti naik ke panggung paling akhir, setelah para tamunya terlebih dulu ....

